Bagian 14

1117 Kata

Pagi menjelang siang saat Alenia baru bangun dan sudah selesai mandi, gadis itu sedang mengeringkan rambutnya sembari berpikir soal semalam, saat William mengelus rambutnya dengan lembut dan menatapnya dengan intens. Tatapan itu membuatnya teringat Jaehwa karana kadangkala lelaki itu akan menatapnya dengan begitu intens seperti William. Perlakuan William rasanya sangat aneh karena biasanya lelaki itu begitu datar dan dingin, tak tersentuh. Lalu mendadak memperlakukannya seintens itu dan membuatnya tak nyaman. Alenia merasa buruk pada Jaehwa karena membiarkan laki-laki lain memperlakukannya seperti itu. Dan untuk mengalihkan rasa bersalahnya, gadis itu segera meraih ponsel untuk menghibungi Jaehwa yang langsung diangkat pada dering ketiga. "Sweetheart, aku merindukanmu,” ujar Jaehwa di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN