Park Jaehwa menatap hampa ratusan orang di hadapannya. Mereka terdiri dari para petinggi kru dan staf, produser, sutradara, dan puluhan pemain yang telah mendengarkan isntrumennya. Ia baru saja melanggar janjinya pada diri sendiri, bahwa Alenia adalah orang pertama yang akan ia perdengarkan instrumennya. Namun sebelum ia bisa menepati janjinya, wanita itu menghilang membawa seluruh hatinya, meninggalkan Jaehwa dalam kesendirian dan kegelapan. Ketika Jaehwa menepati janjinya untuk datang saat makan siang karena ia punya sesuatu yang harus dibicarakan, pintu apartemen Alenia tak pernah lagi terbuka. Nomornya tak bisa lagi dihubungi. Tidak ada yang bisa ia tanyakan soal Alenia, tidak satupun. Bagai dihempas dalam kegelapan, Jaehwa merasa dunianya kosong. Alenia meninggalkannya begitu saja

