William tidak menyangka bahwa didiami oleh Alenia akan membuatnya sekelimpungan ini. Sesaat setelah membuka pintu dan mengucapkan pertanyaan yang tak William mengerti, Alenia langsung berlalu tanpa berkata-kata lagi. William menaruh belanjaannya dengan berdebar di atas kabinet kosong dan menatap punggung Alenia. Wanita itu sedang rebahan dengan posisi miring dan menyelimuti dirinya sampai batas dagu. Andai Alenia tak memiliki luka jahit di lengan dan perutnya, William tentu saja tidak akan diam seperti ini. Ia takut jika ia menyentuh Alenia, ia tak bisa menahan dirinya dan membuat wanita itu terluka. Setelah memastikan Sean sudah sibuk dengan robot, mobil-mobilan, dan buku bergambar, William mengusap kepala Sean. "Sean disini dulu, oke. Papa harus bicara dengan mama," bisiknya di teling

