Bagian 35

1689 Kata

"Amour, bagaimana perasaanmu?" William memberanikan diri untuk mendekat dan duduk di tepi ranjang rawat. Matanya menatap Alenia dengan ragu, khawatir wanita itu kembali mengamuk seperti yang terjadi terakhir kali sebelum keputusan besar ia ambil. "Aku- entahlah, rasanya sedikit aneh." Alenia menggeleng sambil memegang perutnya. "Kenapa perutku terluka? Bagaimana dengan anak kita?" Anak kita. Perasaan William membuncah, perlahan perasaan ragu yang melandanya sirna, berganti oleh perasaan bahagia yang menyusup secara tiba-tiba. "Kau mengamalami sedikit kecelakaan. Anak kita… mereka baik-baik saja." "Sean dimana?" "Sean sedang bersama ibu." Alenia termenung sejenak. Ibu. Ia ingat, seorang wanita paruh baya yang anggun dan elegan yang ia panggil ibu, tentu saja adalah ibunya William.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN