William menggendong tubuh Alenia yang menurutnya sangat ringan dibanding latihan fisik yang ia lakukan hampir setiap hari. Kemeja yang dikenakan William kini melingkupi tubuh Alenia yang gaun tidurnya lelaki itu sobek dengan sekali sentak. Wanita itu tak sadarkan diri karena William membuatnya sangat ketakutan. Langkah William berhenti di tepi kasur. Ia merebahkan tubuh Alenia dengan lembut lalu menyelimutinya sementara Sean yang sedang bermain di kasur, menghampiri Alenia dengan wajah panik. "Nonaa-na!" "Sshh." William berdesis pelan sambil menggendong anaknya. "Noona sedang tidur." "Na-na." "Sean harus tenang ya, nanti noona terbangun." Sean mengangguk, bocah itu menyandarkan dagunya pada bahu William dan menatap Alenia yang masih tak sadarkan diri. "Na…" William juga menatap Alen

