Bagian 51

1363 Kata

"William Oppa, kenapa tidak langsung menghubungi?" Alenia bertanya dengan nada merajuk, kesal karena William baru meneleponnya saat sudah malam. Hujan di luar baru saja berhenti. Udara jadi dingin dan segar dengan suara jangkrik bertalu-talu. Alenia suka mendengar bagaimana alam bernyanyi. Musik yang indah. Di seberang sana, William tertawa. "Maaf, Amour, tadi aku harus segera ke hotel sembari membicarakan laporan pembangunan restoran." "Tapi kenapa kau tertawa?" Tanya wanita itu, semakin kesal. Tangan kanannya sedang mengelus Sean yang terlelap sambil memeluk kakinya. "Aku sedang melihat-lihat sebuah gaun kasual semi-kimono yang cocok untukmu. Tapi percayalah, mereka kalah cantik darimu, Amour." Alenia tidak bisa untuk tidak tertawa. Rayuan khas anak muda yang mampu membuat perasaan w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN