Bagian 32

1544 Kata

"Bagaimana kabar kalian, dear?" Alenia terpaku menatap Nyonya Oh yang menatapnya lembut. Tubuhnya sedikit menegang oleh objek yang dimaksud dalam pertanyaannya. Objek yang tidak hanya ditujukan tuk satu orang, tapi lebih. Ia tak bisa berkata-kata saat tatapannya menyelami tatapan wanita paruh baya di hadapannya dan kesimpulannya sampai pada satu hal. Nyonya Oh sudah tau. Tentang janin kembar yang ada di rahimnya, wanita anggun itu sudah mengetahuinya. Alenia membuka mulutnya seolah hendak mengatakan sesuatu, tapi ia menutup mulutnya kembali. Wanita muda itu lalu menunduk. Nyonya Oh mendekat dan membuat Alenia mendongak untuk membalas tatapannya. "I know," bisiknya lirih. "Maafkan aku." Alenia menggeleng pelan. "Nyonya Oh tidak salah apa-apa." "Ini salahku, karena aku William jadi be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN