bc

Pemakaman

book_age18+
22
IKUTI
1K
BACA
reincarnation/transmigration
body exchange
powerful
tragedy
bxg
no-couple
ghost
another world
like
intro-logo
Uraian

Misi demi misi telah mereka lakukan, sehingga layak mendapatkan reward yang mereka impikan, tapi, sayangnya kehidupan di Baverly Hills tidak semudah itu. Mebuat mereka terpaksa memberontak untuk mengacaukan seluruh sistem hingga membuat pimpinan tertinggi memberikan hukuman yang akan membuat kehidupan mereka berubah 180 derajat.

chap-preview
Pratinjau gratis
Tragedi
Belakangan ini, kasus tabrak lari marak terjadi di ibu kota. Sudah banyak memakan korban juga, salah satunya, Steffi. Gadis yang satu hari lagi mempunyai legalitas hukum di negara tercinta. Namun, naas nasipnya. Kini ia berdiri kebingungan diantara para keluarga. Bingung dengan keadaan sekita. Memgapa banyak sekali linangan air mata. Bunga tujuh rupa yang di tebarkan di jalan, apa maksut semuanya? Belum lagi lahan seluas dua ribu hektar denga banyak orang yang memakai baju warna hitam? Apa yang sebenarnya terjadi? Steffi yang haus rasa ingin tahu langsung menghampiri orang berkumpul di sudut, "Maaf ada apa ya?" Tanyanya dengan suara lemah lembut. Tapi, tidak ada balasan sama sekali. Bahkan, lawan bicaranya pun tidak menoleh padanya. Steffi yang pantang menyerah, tetap menegurnya. Agar orang tersebut meboleh dan menjawab pertanyaannya. Sampai akhirnya, ada kerikil yang mengenai kepalanya. Membuatnya mengaduh, serta mengelus kepalanya. "Kau sudah beda dunia dengan orang itu!" Suaraya begitu lantang. Tatapannya tajam ke arah Steffi. Membuatnya takut setengah mati. "Kau siapa?!" Tanya Steffi, dengan nada tingginya. "Temanmu di sebelah. Ituuuu." Mulutnta maju 5 centi, seolah menunjuk sesuatu. Steffi memeriksa apa yang ia maksutkan. Dan langsung terbelalak. 'Batu nisan?' batinnya tercenggang, serta tubuhnya gemetar. Steffi tidak menyangka ia akan menjadi anak indigo. Yang bisa melihat makhluk astral yang selalu menakutkan baginya. Tapi, tunggu sebentar. Ia menoleh sekali pada orang itu, memeriksa kembali apakah benar ia hantu atau bukan. Masalahnya, orang itu memakai pakaian yang sangat mewah denga warna merah menyala. Layaknya orang kaya raya, yang mempunyai harta segudang. "Kau siapa sebenarnya? Gak usah bercanda!" Seru Steffi, dengan tangan yang bersedekap. "Aku temanmu looooo! Barusan kan aku bilang! Gak punya kuping kah?" Orang itu berseru, dan langsung turun dari tempatnya. Dengan cara terbang. Wow sekali. Saat ini, Steffi judah resmi menjadi anak indigo. Walaupun matanya dikucak berulang kali, tetap saja pemandangan tadi tetap terbayang-banyang. "Hallo, namaku Lira. Korban tabrak lari juga. Tapi, saat itu umurku masih 10 tahun." "Wtf! Yang bener aja! Masa anak 10 taon tinggu begini." Steffi tidak percaya dengan ucapan Lira. Membuat dirinya langsung menatap dengan mata tajamnya. "Yasudah kalau tidak percaya. Aku mau makan dulu. Lapar." Kata Lira, sambil berjalan gontai lurus ke depan. Meninggalkan Steffi sendiri, di tengah orang yang semakin ramai. Mau tidak mau, otak Steffi langsung memerintahkan mulut untuk langsung memanggil. "Lira!" "Apa?!" Suara melengkingnya, membuat Steffi tidak kesulitan untuk mendengar. "Apa aku boleh ikut kamu?" Steffi membulatkan tangan di depan mulut, agar suaranya menjadi lebih kencang. Namun, Lira langsung menggeleng dan malah menghampiri Steffi kembali. "Kau belum boleh ikut aku, sebelum orang di sini pergi. Karena, kau harus menyaksikan dulu pemakamanmu sendiri! Untuk menciptakan kenangan yang membuat dirimu ingin hidup kembali." Lira berbisik, menjelaskan panjang lebar. Seketika, membuat Steffi hilang arah. Emosinya mendadak naik ke puncak, memarahi Lira karena omongannya yang sembarangan. Dengan wajah yang berapi-api, serta emosinya yang sudah di ujung tandung. Ia menampar pipi Lira. "Jika kau benar hantu, jangan mengajak diriku menjadi hantu juga! Aku manusia! Lihat saja pakaian ku!" Seru Steffi. Lira tertawa terbahak, dan memaksa kepala Steffi untuk menatap matanya. "Kau fikir hanya pakaianmu saja yang bermanusia. Akupun juga! Tapi, semua itu tidak menandakan jika dirimu masih menjadi manusia!" Suara yang tak kalah tinggi, emosi yang tak kalah berapi, membuat Lira pun ikut naik pitam. "Sekarang pandang ke arah sana terus! Liat ke dalam peti yang akan dimasukkan ke dalam tanah! Baru datang bertemu denganku!" Lira melanjutkan, sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan Steffi sendiri. Meskipun amarahnya masih di puncak. Tapi, rasa penasarannya memenangkan semuanya. Membuat Steffi menerobos kumpulan orang di depan. Agar pandangannya tidak terganggu oleh apapun. Saat tiba di depan, Steffi tersentak dengan sangat hebat. Matanya terkunci kala melihat wanita paruh baya duduk dengan air mata yang membanjiri wajah, seraya memeluk bingkai foto. Foto seorang gadis dengan balutan makeup natural, serta senyum yang sangat bahagia. Itu foto Steffi, lebih tepatnya. Membuat sang empu terkulai lemas duduk di tanah. Apa benar yang dibicaran oleh Lira tadi? Dirinya sudah meninggalkan dunia? Tapi, kenapa rasanya sangat tipis dengan dunia menjadi manusia. Steffi menitihkam air mata, seolah tidak percaya dengan semuanya. Cepat sekali kejadiannya. Padahal, kemarin dirinya baru saja pergi ke bilangan Senopati untuk bermain dengan semua temannya. Tapi, mengapa saat ia bangun sudah seperti ini. 'Apa jangan-jangan ini mimpi? Oke, aku bisa tidur dulu.' batinnya seraya memejamkan mata. Mengandalkan dirinya yang bisa tidur cepat, demi terbagun dan keluar dari mimpi aneh ini. 5 menit, Steffi masih menunggu untuk mencapai tingkat lelapnya tidur. 10 menit, ia masih menunggu. Hingga akhirnya, ada hentakkan keras dari dalam tanah. Membuat matanya kembaki terbelalak dengan sempurna. "Peti itu?" Gumamnya dan langsung melongok. Seperti penjelasan Lira tadi. Dan. Membuatnya kembali terkulai. Semua tubuhnya lemas seketika. Hingga ada nyanyi-nyanyian yang membuatnya semakin yakin. Dirinya sudah berada di dunia lain yang berdampingan dengan dunia manusia. Steffi sudah menerima semuanya. Walaupun masih ada sedikit rasa tidak percaya dalam hati. Tapi, mau gimana juga. Ia tidak bisa mengubah nasip yang telah di gariskan oleh sang pencipta. Memang, mungkin waktunya telah habis. Dan, inilah akhirnya. Ia bangun dari posisinya, untuk mencari Lira. Karena, hanya dirinyalah satu-satunya makhluk yang ia kenal, di sini. Tapi, Steffi bingung mencari Lira kemana. Akhirnya, ia memutuskan duduk si atas aspal dengan memeluk lututnya sendiri. "Hmmm, orang baru kah?" Steffi mendongak, menatap si sumber suara. "Iyaa. Kau siapa? Orang lama?" Tanyanya dengan suara lemas. Layaknya belum makan seharian. Tapi, apakah hantu seperti dia membutuhkan makanan? Walaupun sudah menjadi hantu, ternyata otak Steffi masih saja mengajaknya untuk berfikir. Dunia perhantuan ini membuat ia pusing. "Kalau begitu, kita sama dong. Akunjuga orang baru. Akhirnya, gak takut sendirian." Suara yang sangat ceria. Membuat Steffi tercengang. Batinnya tak percaya, jika ada seorang hantu yang bisa takut juga. Padahal, tugas utama hantu menakut-nakuti. Tapi, kok malah dia yang takut. Hantunya tidak proffesional. Steffi terkikih dalam hati. Steffi tidak mau berfikir terlalu jauh, karena fikirannya sedang lelah. Dirinya hanya menepuk nepuk, tempat kosong di sebelahnya untuk menyuruh orang baru tadi ikut duduk bersamnya. Hingga akhirnya, Lira yang sedang mengulum ice lolinya melihat ada dua hantu baru yang sedang duduk tersenyum. Seketika semangatnya teebakar kembali, rasa untuk menambah teman baru langsung naik ke puncak. "Woiii! Bengong aja lo pada. Mikirin apaan siii?" Steffi terkejut kala Lira mengejutkan dirinya dari belakang. "Kamu kemana si tadi? Aku tungguin." Cibirnya. "Kan tadi aku mau bilang laper mau makan. Yaa ke restoran lah. Masa ke babershop." Balas Lira dengan menyergap. Membuat si hantu baru tercengang, "emangnya ada tempat begituan di sini? Di dunia ini?" Ia bertanya dengan sangat spesifik. Lira langsung terbahak, rupanya si hanti baru ini meremehkan dunianya yang sudah sangat lama ia tinggali. "Kamu percaya gak ada tempat gituan di sini?" Tanya Lira, pada Steffi. Tanpa basa-basi, Steffi menggelengkan kepalanya dengan sangat mantap. Membuat Lira jenggah, dan langsunh menarik mereka berdua. Untuk berkeliling, serta membuktikan jika tempat yang Lira sebutkan benar-benar ada.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.4K
bc

Rise from the Darkness

read
8.7K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

FATE ; Rebirth of the princess

read
36.1K
bc

Rebirth of The Queen

read
3.8K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.2K
bc

TERNODA

read
199.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook