#Pmkn-Mawar Putih

2101 Kata

Steffi masih tidak habis pikir bahwa dirinya telah berharap makamnya akan dikunjungi oleh orang lain. Steffi sudah menghentikan tangisannya, hanya sisa dari tangisannya tadi yang masih menyisa di dirinya. Sesekali isaknya masih terasa ketika Steffi mengambil nafas. Sekarang, Steffi masih duduk di bangku yang sama, bangku yang sama seperti beberapa puluh menit yang lalu, saat dirinya melihat ada seorang lelaki yang ingin mengunjungi makamnya, tapi kenyatannya tidak. Steffi masih tidak ingin beranjak untuk melihat pemandangan yang lain. Steffi masih tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ia sudah berharap tadi. Tidak ada yang salah dengan berharap, asal Steffi tahu konsekuensi dari berharap, kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan. Steffi mungkin tidak mengerti, masih belum mengerti, atau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN