Steffi memundurkan wajahnya sedikit. Memberi jarak tak tau berada di dekat orang aneh tersebut. Namun, nampaknya tidak bisa. Orang ini terus merapatkan diri paa Steffi. Membuatnya muak dan lagsung berdiri. "Mohn maaf nih ya..." Steffi mengambil nafas, "Gua gak tau lo siapa, gua juga gam inget muka lu tuh siapa. Tapi, kenapa tingkah lo sama gue kaya udah bestie banget." Akhirnya... Steffi sangat lega kala melontakan semua pertanyaan yang sedari tadi ia rangkai di kepala. Mencari celah agar terdengar sopan san tidak menggores hatinya. Soalnya, Steffi bener-bener gak ingat siapa dirinya. Duhhh, stupid banget kalo masalah ingatan Steffi mah. Ia kembali duduk di kursinya, Steffi menoleh ke samping dengan raut wajah yang menunjukkan lengkung senyumnya. "Sorry ya..." Ujar Steffi. Ora

