Bab 41

1561 Kata

Angin siang itu terasa dingin menerpa wajah tapi langit cerah ketika rombongan keluarga Shayna mulai masuk jalan lintas menuju kampung Joan. Jaraknya jauh, sinyal naik-turun, dan suasana mobil sunyi seperti ruang sidang. Shayna menyandarkan kepalanya ke kaca jendela, mendesah panjang seperti orang kehilangan arah hidup. “Bil, berapa jauh lagi kita sampai?” tanyanya lesu. Padahal belum lama ke kampung Joan bahkan dia yang menyetir. Sekarang dia malah bertanya soal jarak. Billy mengintip peta di layar ponsel. “Ehm…mungkin sekitar dua jam lagi.” Shayna langsung mendesis. “HAH? Kenapa tidak berkurang? Apa maps ponsel kau rusak? Atau kampung Joan berpindah makin jauh tiap lima menit?” Billy cuma terkekeh pelan. “Namanya jalan lintas, Shay. Kalau kau lelah, tidurlah.” Shayna mengerutkan d

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN