Pov Nailis Mendadak tubuhku membeku, dan entah kenapa aku membiarkan Mas Mandala melakukannya. Tubuhku memanas dan kurasakan tangannya yang begitu hangat semakin menggenggam erat jemariku. Harus kuakui bahwa aku benar-benar terbuai olehnya. Mengingat kejadian tadi seketika membuat tubuhku berdesir aneh. Kusesap kembali teh manis hangat itu, merasakan nikmatnya dan berharap bayangan itu lekas hilang dari otakku. Kenapa aku begitu mudah jatuh dalam pesonanya, Tuhan? Apakah sebenarnya aku sudah mulai jatuh cinta padanya? "Leon tadi tidur jam berapa, Bu?" tanyaku pada Ibu yang tengah menikmati ayam panggang yang tadi dibawakan oleh Mas Mandala. Sementara Bapak, tidak seperti biasanya sudah tertidur. Mungkin karena cuacanya yang memang mendukung dan mendorong untuk lebih cepat bergelung den

