Pov Nailis ( Selamat Tinggal )

1039 Kata

Kusodorkan amplop coklat itu ke atas meja. Aku tidak ingin banyak basa-basi dan ingin supaya masalah ini cepat selesai. Jujur, hatiku sejujurnya tak sekuat itu untuk berlama-lama berada di tempat ini dan mendengar kalimat demi kalimat menyakitkan dari mereka. "Apa ini, Nai?" tanya Mas Dimas dengan keryitan dalam. Sementara istrinya langsung menyambar amplop itu dan membukanya sembari melirikku sinis. "Sabar Nai ...." Dalam hati terus kukuatkan diri ini melihat perlakuannya yang membuatku ingin terus mengelus d**a. "Aku hanya ingin mengembalikan apa yang bukan hakku, Mas," ucapku lirih. "Baguslah kalau kamu tahu diri," ketus wanita itu lagi. "Nadia!" Aku cukup kaget mendengar bentakan yang keluar dari mulut Mas Dimas. Sore tadi, Mas Dimas masih nampak lembut saat menegur istrinya, mesk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN