Ariel sontak terbangun dan menemukan dirinya di dalam suatu kamar. Ia melemparkan pandangannya ke sekelilingnya dan tampak agak panik setelah menyadari tubuhnya yang masih polos yang tertutup selimut. Ia menoleh ke samping dan Sean masih terlelap dengan telanjang d**a di sana. Ariel langsung beranjak dari sana, mengambil pakaiannya dan mengenakannya secara terburu-buru. "Kamu kenapa terburu-buru begitu?" Ariel terkejut karena tiba-tiba Sean memeluknya dari belakang. "A-aku harus balik ke kamar," ujar Ariel, "mama dan kak Vania pasti mencariku semalaman," terangnya panik sambil lanjut mengenakan pakaiannya. "Mau aku temani?" "Jangan!" seru Ariel sambil menoleh ke arah Sean. Sean mengernyit. "Kenapa?" tanyanya tak senang, "kau tak ingin mereka tahu hubungan kita sekarang?" "B

