CHAPTER 23

1032 Kata

"Kenapa kau ada di sini?" sergah Ariel, namun tampaknya Sean tak mengindahkan ucapan gadis itu. Pria itu berjalan masuk dan naik ke ranjang. "Mau apa kamu? Cepat pergi atau aku teriak!" ancam Ariel. Tiba-tiba Sean memeluk Ariel dengan posesif. Ariel mencoba mendorong d**a Sean namun pria itu semakin mengeratkan pelukannya yang posesif. "Lepaskan aku, sialan!" "Sebentar saja ...," pinta Sean, "biarkan aku melepas rasa rindu ini untuk sejenak." Ariel membatu. Ia bingung harus bersikap apa tapi kali ini Sean tak bersikap biasanya. "Ariel ... aku rindu kamu." "Dasar b******n, lepaskan aku!" Ariel malah membalas Sean dengan nada jutek. Sean lalu melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Ariel, menatap mata gadis itu begitu dalam. "Apa kau segitu membenciku?" "Iya!" kata Ar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN