Cafe itu mulai ramai bahkan terdengar suara sekelompok gadis-gadis yang berkumpul di satu meja asyik menggunjingkan seseorang. Ariel dan Sean hanya bisa diam sejenak selepas ditinggalkan oleh Rey dan Suzy hingga Sean mengambil inisiatif untuk memulai perbincangan. "Jadi ... apa kau benar-benar tidak ingin datang malam ini?" tanya Sean. "Iya," jawab Ariel tanpa menoleh sedikit pun ke arah Sean. Sean diam sejenak, ia paham bagaimana tak nyamannya Ariel jika bersamanya. Gadis itu bahkan hanya bergeming saat menjawab pertanyaan Sean, seakan tak ada gairah menanggapinya. "Baiklah kalau begitu." . "Ariel, kau benar-benar tidak mau ke acaranya Sean?" "Iya, Kak Vania saja yang ke sana." Malam telah tiba, Vania telah pergi menuju rumah baru Sean sementara Ariel hanya memilih untuk ber

