"Kau?" Ariel terdiam sejenak. Entah ia harus senang karena akhirnya ia menemukan orang di rumah itu atau kesal karena yang ia temukan adalah Sean, pria yang paling ia benci selama ini. "Sedang apa kau di ruang perpustakaanku?" tanya Sean yang kini berdiri di hadapan Ariel. "A-aku ...." "Kau masuk ke rumahku tanpa seizinku, heh?" tanya Sean sinis. Ariel menulan liurnya sekali. "Aku hanya mengikuti Suzy ...." "Oh, ya?" "Um ... aku sedang mencarinya," kata Ariel sambil berjalan melewati Sean. Namun, baru beberapa langkah pria itu menarik tangan Ariel hingga gadis itu berhadapan lagi dengannya. "Kau ini kenapa?" Ariel tampak gerah dengan sikap Sean. "Tidak semudah itu kau bisa keluar dari sini, Nona." Ariel dalam posisi siaga. Ia mundur tiap kali Sean maju melangkah mendekatinya

