CHAPTER 15

1031 Kata

Sean terdiam begitu melihat noda lipstik yang ada di jempolnya. Vania memandang Sean seolah-olah menunggu jawaban dari pria itu sementara Ariel juga diam sambil memandang ke arah lain. "Ini noda makanan," ucap Sean dengan santainya. Ia lalu duduk di kursinya yang tepat di samping Vania dan duduk tenang di sana. Biru melirik ke arah Ariel yang hanya bisa diam. Vania juga diam menatap aneh ke arah Sean tapi pria itu bertingkah biasa saja. "Ada apa? Ayo makan!" kata Sean pada yang lainnya. "Aku sudah selesai," kata Vania. "Kau mau kupesankan ice cream?" tanya Sean ke arah Vania. Vania menggeleng. "Tidak ...." Ariel yang melihat Sean bertingkah begitu sopan ke Vania merasa muak pada pria itu. Pria itu benar-benar klamuflase saja di hadapan Vania, entah apa tujuannya, itu yang ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN