Chapter 29

493 Kata

Kini tibalah waktu perjalanan mereka ke Bali. Karena tak ingin menghabiskan banyak waktu untuk perjalanan, mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan pesawat. Didalam pesawat tentu saja Ali duduk bersebelahan dengan Prilly “Li, aku gak sabar deh pengen buru-buru sampai di Bali,” ucap Prilly girang. Ali yang sedari tadi melihat kearah jendela pesawat kini beralih menatap gadisnya. Ali tersenyum sembari mengelus pucuk kepala Prilly. “Ntar pokoknya disana aku mau jalan-jalan dan kamu harus selalu temenin aku,” kata Prilly mulai merencanakan perjalanannya. “Iya sayang,” balas Ali lembut. Obrolan mereka berlanjut seolah-olah tak kehabisan topik hingga tiba-tiba Prilly menguap, sepertinya ia merasa kantuk. Ali yang melihatnya tersenyum kecil. Ali langsung menarik lembut kepala Pril

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN