Prilly menatap lurus kearah laut biru dengan langit yang sudah menjingga. Angin laut menerpa wajahnya membuat rambut-rambutnya tersibak ke belakang. Suara deru ombak bagaikan alunan musik klasik yang dapat membuatnya tenang. Karna ada urusan sedikit dengan panitia tour ini Ali meminta Prilly untuk lebih dahulu pergi ke tepi laut dimana mereka akan melihat sunset. Disini tempatnya tak begitu banyak orang. Yang lain sibuk mencari tempat yang bagus melihat sunset. Saat Prilly asik memperhatikan ombak yang seakan-akan berlomba-lomba menghampirinya tiba- tiba ada sepasang tangan yang melingkar di pinggangnya dan sebuah dagu yang menopang bahunya. Prilly sedikit terperanjat kaget. Namun saat aroma khas tercium oleh indra penciumannya Prilly langsung tersenyum sembari mengelus tangan yang meli

