Sisa liburan yang ada sangat dimanfaatkan oleh pada murid. Namun berbeda dengan Ali dan Prilly. Mereka sama-sama tak terlihat. Terlebih lagi ali, sama sekali tak terlihat di kegiatan apa pun, berbeda dengan Prilly yang walaupun dengan terpaksa karna ajakan Lala ia masih mengikuti berbagai acara walaupun tak semuanya. Kini tibalah mereka semua kembali ke Jakarta. Prilly menarik nafas dalam-dalam. Berhubung tiket pesawat yang sudah dipesan jauh-jauh hari bahkan sebelum berangkat, Prilly harus duduk bersebelahan dengan Ali. entah apa jadinya nanti. “Lo kuat?” Bisik Lala saat mereka hendak memasuki pesawat. Lala sudah tahu apa yang terjadi pada Ali dan Prilly. Tentu saja dari cerita Prilly. Prilly mengangguk pelan sambil tersenyum lirih. Saat Prilly memasuki pesawat ternyata Ali sudah terle

