Chapter 22

1197 Kata

Prilly menatap hujan yang turun dari atap koridor sekolahnya. Rasa sesal menghampirinya saat ia mengurungkan niatnya membawa mobil kesekolah tadi. Dan kesialan kembali menghampirinya karna ponselnya mati yang artinya ia tak akan bisa menghubungi sopirnya. Prilly mengedarkan pandangannya ke setiap sudut di koridor. Sudah terlihat sangat sepi. Ini pasti karna ia tadi yang terlalu lama keruang guru meminta tugas untuk memperbaiki nilainya. Prilly memutuskan untuk duduk di sebuah bangku panjang di koridor. Menunggu hujan sedikit reda sepertinya adalah jalan satu-satunya agar ia tak terlalu basah saat nanti mencari angkutan umum didepan gerbang. Tak tahu apa yang bisa ia lakukan, Prilly hanya menunduk sembari memainkan ujung tasnya, membosankan memang, namun tak ada pilihan lain. “Udah sepi. L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN