Aku tidak bisa berkonsentrasi. Pertemuan malam kemarin jauh dari ekspektasi. Tidak ada tangis haru bahagia sebab rindu. Hanya air mata Bi yang menetes penuh kesakitan. Jaya entah dia kenapa dia tidak bisa melihat saudara kembarnya sendiri. Padahal Bi berdiri tepat di hadapannya. "Seriously. Kamu tidak lihat hal lain selain bintang?" Jaya menatap heran dalam beberapa lama lalu mengangguk. Jalur napasku menyempit seketika. "Memangnya ada apa? Eh iya, tadi yang mengetuk jendela siapa ya? Dulu jendela kamarku juga sering begitu, ada suara ketukan tapi setelah dibuka tidak ada siapa-siapa. Lama-lama kesal, jadi aku biarkan. Ketukan itu hilang dengan sendirinya. Mungkin cuma hewan." Terkadang manusia suka membodohi diri sendiri. Hewan apa yang mengetuk jendela setiap malam secara terat

