Bab 24 Pertemuan Tak Terlihat

1278 Kata

Jaya dijuluki si tampan pembawa tawa. Maka ketika dia diam sepanjang hari semua orang tahu laki-laki jangkung itu sedang punya masalah serius. Kali ini lagi-lagi masalahnya denganku. Sejak pertengkaran tidak jelas yang seharusnya tidak perlu ada itu, Jaya hanya diam. Duduk di kursinya sambil sesekali curi-curi pandang padaku. Mendapat tatapan bengisku, dia akan buru-buru menunduk lesu. Menyedihkan. Benar adanya, kejujuran dalam suatu hubungan sangat krusial. Hal yang dianggap sepele bila tidak diketahui langsung dari mulut pasangannya akan menyebabkan keretakan hakiki. Pasangan ... hah, benci aku mendengarnya. Sedih sekali aku menginginkan ada hubungan di antara kami yang melebihi hubungan sepupu. "Berengkar lagi?" Dewi always first menyadari perbedaan antara aku dan Jaya. Dia satu-s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN