"Kamu punya saudara kembar?" Napas berat terembus, Jaya mengangguk pelan. Tiba-tiba debaran dalam rongga dadaku meningkat. Kekesalan aku tumpuk dalam gepalan tangan. Roman-romannya Jaya akan mengungkapkan kebenaran. Kalau pun tidak, aku akan terus mengorek informasinya sampai dapat. Sampai dia mengakui semuanya. "Kenapa ngak pernah cerita? Aku pernah tanya, apa kamu punya saudara lain selain Sophia dan Kang Bagas. Jadi selama ini semua pertanyaan aku, kamu anggap bercandaan saja? Aku--" Jaya mengangkat wajah, dia membasahi bibir kebingungan. Dalam hati aku bersorak, semoga laki-laki ini terpengaruh. "Aku pikir selama ini kita dekat, Jay. Kamu licik." "Aku belum cerita karena ya ... aku bingung harus mengatakan apa. Saudaraku ... hilang, Bungah." Kepalanya menggeleng. "Bukan hal y

