“Bagja?” Seharian ini sebuah nama berhasil berkeliaran dalam benak. Dia bernama Bagja, seseorang yang selalu menemuiku setiap malam mengetuk jendela kamar, akhirnya aku mengetahui nama panjangnya. Bagja. Seseorang yang aku kenal sebagai Bi. Bi langsung lari begitu menyadari ada orang lain di kamarku. Dia tidak meninggalkan secarik pesan apapun. Panggilan Raina membuat dia ketakutan. “Itu bukan A Jaya, Kak. Itu A Bagja. Wajah mereka memang sangat mirip, sulit membedakan bila baru mengenal mereka. Tapi aku yakin itu A Bagja.” Malam itu kehadiran Raina membawa kebingungan baru. Mengenai Jaya dan Bi bukan orang yang sama. Selama ini aku pikir aku sudah mengenal Jaya seutuhnya. Nyatanya aku baru mengahui kehidupan Jaya sepersekian persen. “Maksud kamu, Jaya punya kembaran namanya Bagj

