"Tunggu aku, Shelina!!" Yohan berteriak dengan keras memekakan telinga hingga membuat gema. Shelina melirik kebelakangnya dimana Yohan tengah bersusah payah untuk mencapai dirinya, langkah pria itu semakin memendek dengan postur badan yang membungkuk, wajahnya memerah dan napasnya terengah - engah. Shelina tersenyum mengejek, "Kau payah." katanya mengejek. Angin berhembus dengan cukup kencang, udara mulai terasa dingin namun hal itu tidak membuat Shelina dab Yohan mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjalannnya menuju ujung tebing. Karena disana ada sebuah tempat makan dengan pemandangan laut dan matahari terbenam, bahkan setelah mtahari terbenam, bulan dan bintang mrnggantikannya. Shelina mengeratkan jaketnya begitu angin bertiup dengan kencang menerbangkan rambut-rambutnya yang t

