Yohan terkekeh pelan, menertawakan dirinya sendiri dan kehidupan konyol yang ia jalani, Sebenarnya untuk apa aku hidup? Untuk menjadi orang bodoh? Orang bodoh yang tidak bisa menjaga adiknya, orang bodoh yang tidak bisa mendapatkan cintanya dan orang bodoh yang tidak bisa mempertahankan keluarganya, batin Yohan. Yohan hidup sebatang kara dengan kedua orang tua yang telah berpisah dan membuang dirinya. Hidup ataupun matipun sepertinya mereka tidak peduli pada Yohan. Yohan menyesali semua keputusan dan kejadian yang telah berlalu, ia tahu tidak sepantasnya Yohan terus menyesal dan merenungi masa lalu, tapi tidak bisakah ia mendapatkan sedikit kesempatan untuk mendapatkan sebuah keberuntungan dan kebahagian. Kini dihadapannya wanita yang ia cintai sedang menyatakan cintanya untuk pria la

