Setelah pak Broto selesai dengan wejangan khusus setelah acara, tim A1 berangsur meninggalkan venue. Tapi lain hal dengan Alaric dan Diani, kedua insan itu masih setia duduk di dalam ruangan yang sama sambil menunggu pak Broto melanjutkan pembicaraannya. Seperti biasanya, raut wajah pak Broto tak dapat ditebak. Sejak lima menit yang lalu, dia hanya menatap Alaric dan Diani secara bergantian dengan tangan yang senantiasa bersidekap di depan d**a. "Jadi," pak Broto memecah keheningan, "saya sudah pernah bilang tentang ambisi dan pemecatan kalian setelah event ini berakhir." Wajah Diani dan Alaric menegang. Biar bagaimanapun, mereka merasa sudah memberikan yang terbaik di acara pernikahan ponakannya, Kaza. Dan pemecatan bukan sesuatu yang ingin mereka dengar setelah ini. "Lalu," lanjut pa

