Suasana di ruang meeting pagi itu masih sepi. Clary sengaja datang lebih awal agar ia bisa menyambut kedatangan karyawannya nanti. Dean turut serta menemani. Meski kali ini Dean tak lagi menduduki jabatan sebagai Owner, namun Clary tetap menempatkannya sebagai direktur utama. "Gimana tidur tadi malam, Cla?" tanya Dean. Keduanya duduk bercengkrama sambil meneguk teh hangat yang telah disediakan di ruang meeting. "Aman." "Noel nggak rewel?" "Nggak. Aman aja sih. Ini tadi kita pergi, malah mereka berdua masih tidur nyenyak." "Jadi lo tinggalin aja?" "Ya begitulah." "Bara gimana?" "Bara?!" Clary sedikit terperanjat. Sebab pertanyaan Dean mengarah pada pria itu. "Iya. Bara. Hubungan lo sama dia gimana?" Dean menyeruput teh manis di hadapannya. "Nggak ada apa-apa. Gue biasa aja." "Ta

