"Vin! please dengerin gue." "Semuanya udah jelas, kan?" Vinson mengangkat bahu. Perang dingin di antara keduanya masih berlanjut hingga pagi. Semalam suntuk keduanya berdebat. Mata Clary tampak merah karena tak bisa memejamkan mata. Pagi ini Vinson bangun lebih awal. Setelah mandi, ia menyiapkan pakaiannya sendiri. "Tapi tolong, Vin. Biarkan aku keluar dari rumah ini." "Nggak bisa!" "Kenapa?!" tanya Clary dengan nada sedikit meninggi. "Karena kamu tanggung jawabku." "Tapi ... aku bisa bertanggung jawab atas diriku sendiri, Vin!" "Nggak boleh. Kalau aku bilang nggak boleh ya nggak." "Vin. Tolong! aku pengen hidup bebas dengan caraku sendiri." Clary memohon. "Kamu sudah sepakat untuk hidup denganku tanpa ikatan, kan?" Clary menganggguk. Ia menyadari kelalaiannya di masa lalu. Keti

