Sekarang aku berada dalam bis tujuan Jogjakarta.
Akhirnya aku menyetujui ikut study tour sekolah.
Ini gara gara si KUTU KUPRET Renno yang tiap hari menhubungiku.
"Kamu ikut ya Be..."
"Kamu jadi ikut kan Be?"
"Beeeeeeeeeee...."
"P"
"P"
"P"
"P"
"P"
"P"
Sampai sampai aku takut memegang telephone genggamku karena Renno sering sekali menghubungiku.
"Iya baweeeellll" jawabku ketus
Akhirnya disinilah aku berakhir.
Tapi setidaknya aku tidak akan bertemu dengan wajah Renno yang ganteng tapi menyebalkan itu karena bis kami terpisah.
Aku berada di bangku no 4 di belakang supir, duduk tepat di samping jendela tentunya dengan sahabatku Amanda.
"Hai..." tiba tiba ada suara seseorang yang aku kenal berada disampingku.
Aku menoleh, lalu membulatkan mataku.
"Mana Amanda?" tanyaku bingung sambil mencari keberadaan Amanda
"Tuh, pindah bis, aku suruh duduk sama Fendy" jawab Renno sambil menunjuk ke arah luar jendela dengan dagunya.
Fendy adalah teman sekelas Renno yang Amanda taksir.
Aku menoleh ke arah jendela, benar saja Amanda sedang berjalan menaiki bis sebelah.
Aku menghela nafas kasar.
'Teganya Amanda mengkhianatiku. Dia lebih membela Renno yang baru dikenalnya dua tahun ini dari pada aku sahabatnya yang ia kenal sudah hampir seluruh hidupnya. Dasar pengkhinat!! Awas saja dia kalau ketemu!' ucapku dalam hati kesal.
Aku hanya diam tak menanggapi omongan Renno.
Menyibukkan diriku dengan telephon genggam di tanganku.
"Besok Gerald mau nembak Sydney di jogja" ucapan Renno menarik perhatian ku.
Akankah setelah Gerald dan Sydney jadian, hubunganku dan Renno berakhir?
Kenapa perasaanku jadi tidak senang begini ya?
"Kamu gak usah kuatir, apapun yang terjadi pada Gerald dan Sydney, itu tidak akan berpengaruh apapun dengan hubungan kita" lanjut Renno
Renno bisa membaca pikiranku? Renno tersenyum ke arahku.
"Aku tau isi hatimu Be..." ucap Renno, kemudian ia bangkit dari duduknya sembari mengelus rambutku kemudian berjalan ke jok belakang menyapa teman teman sekelasku yang lain.
Aku terdiam, sibuk dengan hati dan pikiranku.
Apa maksud Renno?
Aku kembali membuang pandanganku ke arah jendela. Melihat siswa siswa yang sedang sibuk naik ke dalam bis masing masing. Perjalananku selama 10 jam ini akan menjadi perjalanan yang sangat panjang karena Renno berada di sampingku.
***
Setelah perjalanan beberapa jam, rombongan sekolah kami mampir ke rest area untuk makan siang.
Aku sengaja turun paling terakhir dari bis karena aku tidak terlalu suka berdesak desakkan untuk mengantri.
Ya, dan si KUTU KUPRET ini tetap duduk dibangku sebelahku tanpa berniat beranjak sedikitpun.
Setelah keadaan sepi, aku pun bangun dari dudukku.
"Permisi" Ucapku tanpa melihat kearah Renno.
Renno seketika menarik tanganku dan menangkapku yang jatuh ke pangkuannya.
"Kamu marah Be?"
"Pake tanya" jawabku kesal
"Maaf Be..." ucap Renno dengan wajah memelas karena aku meliriknya sesaat.
Aku menghela nafas pelan, seharusnya aku tidak begini, terlalu keras padanya yang baik kepadaku.
Aku tersenyum
"Kita makan, aku lapar Ren" ucapku.
Segera Renno menggenggam tanganku kemudian kami berdua keluar dari bis.
Ternyata, keadaan kami yang seperti ini menjadi pusat perhatian anak anak yang ikut study tour.
Hubungan ku dengan Renno memang benar benar terlalu mencolok.
Kami masuk ke sebuah rumah makan di rest area yang sudah di pesan oleh pihak sekolah kami.
Keadaan ramai membuatku bingung mau duduk dimana.
Masih dengan tanganku yang di genggam Renno, ia menarikku.
"Itu Gerald sama teman teman, kita gabung situ aja Be"
Aku melihat sebuah meja panjang dengan banyak bangku yang sudah diduduki Gerald dan kawan kawannya, dan masih tersisa 2 kursi kosong.
Gerald melambaikan tangannya pada Renno memberi kode agar kami menghampiri mereka.
Dan....ada Sydney duduk di sebelah Gerald,
"Sini bro..." Teriak Gerald
Aku dan Renno duduk bersebelahan,
"Kamu duduk dulu, aku pesan makanan. Jagain pacar gue ya Ger..." ucap Renno sembari berlalu
"Mau pesan makanan tapi gak ditanyain dulu pacarnya mau makan apa..."Gumam Gerald
"Renno tau mesti pesan apa..." ternyata jawabanku membuat mereka puas meledekku
"Ciiiieeeee....."
"Renno tau apa makanan favorit pacarnya..."
"Hebat lu Ren..."Teriak salah seorang temannya.
Dan ledekkan teman teman Renno sukses membuat wajah Sydney memerah, rahangnya mengeras dan mengepalkan tangannya seperti siap meninjuku.
Salah lagi kan aku. Aaaahhhhhh apes dehhhhhh....
Ini by the way Amanda kok gak kelihatan ya? Padahal tangannku sudah gatal untuk memukul pengkhianat itu.
Maaannnnn kamu dimana sih??
Tak lama kemudian Renno datang dengan dua paket nasi, ayam goreng, sayur buncis dan es teh.
Jangan pikirkan apapun dulu Bella, kamu harus makan dulu yang anyak agar siap menghadapi kenyataan.
Tanpa basa basi akupun langsung melahap makanan yang di sodorka Renno.
Cepat makan, lalu pergi dari sini, tanpa berbicara apalagi memandang sekeliling, aku tidak ingin kalau pandangan mataku bertemu dengan mata Stdney yang menyeramkan itu.
Membuatku tiba tiba merasa mual dan pusing seketika.