Bella dan Renno duduk berdampingan dalam keheningan, sesekali mereka membetulkan posisi duduk mereka dan meremas pakaian masing masing. Keringat dingin bahkan mulai mengalir di telapak tangan mereka. Bagaimana tidak? Ayah Handoyo dan bunda Pertiwi serta keluarga besar Bella tengah duduk di hadapan mereka dengan tatapan penuh tanya. "Ehmmm..." pakdhe Haryono selaku kakak tertua ayah Bella berdehem. Jantung Bella berdebar semakin kencang, bingung bagaiaman harus bersikap. Namun tiba tiba tangan Renno menggenggam tangan gadis itu, membuatnya sedikit merasa nyaman walau tak elak perasaannya masih tak karuan rasanya. "Jadi, siapa tadi nama kamu anak muda?" "Saya Bryan Morrenno Wijaya pakdhe..." "Iya, saudara.." "Renno." Bella menyingkat nama Renno agar mudah di panggil oleh pihak kelu

