Renno sudah menunggu Bella sedari tadi malam, namun sampai detik ini gadis itu tak mengangkat panggilannya. Kembali di sesapnya gelas wine nya, merasa kesal dan marah pada keadaan yang tak berpihak padanya sama sekali. Mamanya tak mengijinkan ia bersama Bella padahal sudah mengetahui hubungan mereka, dan kini gadis itu entahlah bagaimana hasilnya saat berbicara dengan keluarganya. Haruskah Renno menghampiri Bella ke kediamannya? Atau hanya cukup berdiam diri di kamar hotel ini sambil menunggu kabar dari gadis nya? Entah lah, pikirannya bingung. Hanya bisa meneguk berkali kali gelas wine nya. Pahitnya cairan yang ia minum tak terasa lagi di lidahnya, tak sepahit kenyataan hidup yang sedang ia hadapi sekarang. Kembali di tekannya nomer handphone Bella, berharap kali ini gadis itu mau

