CHAPTER 16

1213 Kata
"Be...Be...Bella bangun Be..." ucap Renno panik setelah menarik Bella dari kolam renang. Renno menelantangkan tubuh Bella, menghentakkan kedua tangannya yang di tumpu menjadi satu keatas d**a Bella sembari sesekali menghembuskan nafasnya lewat bibirnya ke bibir Bella. Masih belum ada reaksi dari Bella. Kembali ia memberikan RJP kepada Bella, mencoba sebisanya untuk menolong Bella yang tadi tenggelam. "Oh God...please...bangun Be...bangun..." Tak lama Bella tersedak, ia mulai terbatuk, air keluar dari mulutnya. Renno memegangi tubuh Bella kemudian mendudukkannya. "Kamu sudah baikkan Be"  Bella hanya mengangguk. Buru buru Renno mengangkat tubuh Bella yang masih lemah ala bride style, Bella tersentak namun karena masih lemas, ia pun hanya pasrah sembari merangkul leher Renno serta menenggelamkan kepalanya di d**a Renno. Renno membawa Bella ke kamarnya, kemudian mendudukkan gadis itu di atas ranjangnya. Kemudian ia mengambil selimut yang diberikannya pada Bella. "Tutupi tubuhmu. Aku bisa gila kalau melihatmu dengan keadaan seperti ini." ucap Renno kemudian pergi meninggalkan Bella menuju kamar mandi. Renno lompat ke kolam renang masih menggunakan pakaian komplit, bahkan ia masih memakai sepatu. karena paniknya melihat Bella yang tenggelam hanya menyisakan tangannya yang melambai, membuat Renno lupa untuk melucuti pakaiannya terlebih dahulu. Wajah Bella memerah melihat kondisinya sekaring yang hampir telanjang karena hanya ditutupi bikini sexy pemberian Renno yang hanya menutupi bagian intimnya saja. Segera ia menutupi tubuhnya dengan selimut. Renno keluar dari kamar mandi hanya mengenakan boxer, Bella langsung memalingkan wajahnya karena malu. Renno hanya tersenyum melihat tingkah gadisnya itu. "Aku ambil air hangat dulu." ucap Renno kemudian berlalu. Tak lama kemudian Renno kembali dengan segelas teh hangat. "Minum dulu"  Bella menerima gelas yang disodorka Renno kemudian meminumnya. "Kalau tidak bisa berenang harusnya di tempat yang dangkal saja" Ucap Renno sembari duduk di samping Bella. "Aku bisa berenang, hanya saja tadi aku kepleset karena entah kenapa kaki ku tersa sakit dan kaku. Mungkin karena tadi tidak pemanasan dulu." jawab Bella polos. "Bi Jum sama pak Agus kemana? kok rumah sepi?" "Bi Jum tadi bilang mau ke pasar minta di antar pak Agus. Makanya aku bisa berenang pakai biki...' Bella tidak melanjutkan ucapannya, dilihatnya wajah Renno yang mulai memerah juga. "Kok kamu balik lagi Ren?" Bella balik bertanya "Handphone ku ketinggalan, makanya aku balik lagi. Padahal sudah hampir sampai lokasi. Coba kalau tidak ada aku, kamu ..." Bella memtong ucapan Renno 'Makasih ya Ren" Bella menundukkan kepalanya. Renno beranjak dari duduknya, membuka laci yang berada di samping tempat tidurnya. Renno duduk dilantai kemudian memegang kaki Bella. "Kamu mau apa?" Bella kaget "Katanya kaki kamu sakit, aku oleskan krim agar enakkan."  Renno mengoleskan krim pereda nyeri di pergelangan kaki Bella sembari sedikit memijatnya, Bella mengerang. " Pelan pelan Ren..." rintih Bella "Iya..." "Coba berdiri"  Bella mencoba berdiri dengan tangannya yang masih memegang selimut. "Masih sakit?" "Lumayan" "Coba untuk jalan." perintah Renno lagi Bella merasa ragu untuk mencobanya "Apa perlu aku gendong sampai kamar?" goda Renno "Aku bisa sendiri" ketus Bella, Renno terkekeh. Bella mencoba melangkahkan kakinya, walau masih terasa nyeri. Tapi baru dua langkah, Renno sengaja menginjak selimut yang menutupi tubuh Bella sehingga membuat gadis itu jatuh, dan jatuh tepat di pangkuan Renno. Wajah mereka bertemu, mereka saling menatap, setelah sekian detik Bella memalingkan wajahnya karena kikuk. "Benar benar ingin digendong sampai kamar ya..." Renno kembali menggoda. Dengan wajah semerah kepiting rebus, Bella langsung beranjak dari pangkuan Renno, menarik selimut yang terinjak kaki Renno kemudian setengah berlari meninggalkan kamar Renno. Renno tertawa puas melihat tingkah Bella yang malu malu, membuat suasana harinya begitu berwarna. Apa apaan dia? Menggodaku. Membuatku tidak tahan saja...Ahhhhhh... bisa benar benar gila aku ini. Dasar Renno KUTU KUPRET!!! Jantung oh jantung rasanya mau meledak saja. Masih bisanya hal seperti ini dibuat gurauan. Apa dia tidak tau efeknya menggoda anak orang? Kalau aku khilaf bagaimana?? *** Bella mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, merasa salah tingkah karena kejadian tadi. Tiba tiba handphone nya berdering. KUTU KUPRET "Iya..." Bella ketus "Ikut aku hari ini" "Kemana?" "Cepat ganti pakaianmu, aku tunggu di bawah. Pakai dress yang aku belikan memarin." Belum sempat Bella menjawab ucapan Renno, telphon sudah di tutup. "Dasar kutu kupret!!! Hobby sekali memerintah orang." Bella memaki telephone genggamnya kemudian melemparkannya ke atas ranjang. Segera Bella ke kamar mandi, kemudian mengganti pakaian. *** Renno sudah menunggu Bella di bawah tangga, bak pangeran yang sedang menunggu tuan putri nya, Renno terlihat tampan dengan balutan kemeja putih yang lengannya ia gulung sampai ke siku serta celana jeans warna navy dan sepatu sport dengan warna senada. Renno begitu menawan untuk remaja seusianya, mampu menyihir mata siapapun yang melihatnya. Termasuk Bella, yang tak kunjung mengalihkan pandangannya sedari ia melangkah kan kaki menuruni tangga menghampiri Renno. Bella memakai dress yang di belikan Renno. Gaun yang cantik dan pas sekali di tubuh Bella yang dipasangkan dengan sepatu sport warna putih, walaupun begitu Bella masih merasa tidak pantas untuk memakainya. Terlebih ia harus jalan dengan Renno yang begitu jauh jangkauannya di banding dirinya. Renno tersenyum melihat Bella. "Jangan menatapku seperti itu, nanti kamu jatuh cinta" Renno tersenyum, membuat Bella mengalihkan pandangannya karena ketahuan menatap Renno tanpa berkedip hingga membuat ia hampir terjatuh. Untung dengan sigap Renno menangkap tubuh Bella. "Sebegitu nyamankah terjatuh dalam dekapanku?" Wajah Bella memerah, segera ia melepaskan dekapan Renno "Apaan sih..." Renno terkekeh "Ayo berangkat, nanti keburu sore." *** Renno mengajak Bella makan di sebuah restaurant mewah. Walau jam makan siang telah usai, namun pengunjungnya masih juga ramai. Dengan dekorasi yang elegan high class, namun harga makanan terjangkau untuk kalangan menengah. Serta lokasi yang instagramable, membuat pengunjung tak sekedar menikmati makanan tetapi juga bisa berselfie ria. Sebuah restorant yang dikelilingi resort mewah, tempat yang cocok untuk liburan. "Mau pesan apa Be?"  Bella sibuk membuka buka menu makana yang sama sekali ia tak paham bahasanya, ia hanya mengerti nominal yang tertera di menu makanan tersebut semuanya mahal. Bella melihat ke arah Renno kemudian berbisik sembari menutup wajahnya agar tidak terlihat pelayan Restaurant. "Mahal semua Ren...ayo kita pulang saja, bi Jum masak kok." bisik Bella Renno tersenyum. "Biar aku aja yang pesan. Kami pesan 2 beef steak tanderloin setengah matang. Kemudian 2 gelas orange juice." pelayan mencatat pesanan Renno kemudian pamit. Bella hanya terdiam menanggapi Renno. Bukannya ia tidak tau kalau keluarga Renno itu kaya, tapi bukankah ini suatu pemborosan. "Kok diam Be?" "Ah enggak..." Bella memutar matanya melihat sekeliling menikmati keadaan sekelilingnya, "Owh ya Ren...kamu gak jadi pergi?" Bella tiba tiba teringat saat Renno berpamitan tadi pagi. "Oh itu..." Renno menghela nafas, kemudian meneguk air putih yang ada di hadapannya, "Orang yang aku ajak janjian membatalkannya karena aku datang terlambat." nada bicara Renno seolah kesal bercampur kecewa. "Karena kejadian yang menimpaku ya Ren..." Bella merasa bersalah Renno tersenyum "Bukan Be..."  Pelayan datang membawa makanan pesanan mereka, Renno dan Bella pun menikmatinya sembari mengobrol. "Papa dan mama ku betengkar dan mamaku pergi" ucapan Renno yang tiba tiba membuat Bella menghentikan kegiatan makannya. "Aku janjian dengan seseorang hari ini yang akan mempertemukanku dengan mama, tanpa sepengetahuan mama sendiri." lanjut Renno "Maafkan aku Ren..." Bella kembali merasa brsalah "Ini bukan salah kamu Be... mungkin belum waktunya aku bertemu mama." Ternyata inilah yang membuat Renno berubah akhir akhir ini. Ia sedang ada masalah, dan itu benar benar berdampak negatif untuk perkembangan remaja yang sedang tumbuh mencari jati diri. Renno yang biasanya sempurna bisa berubah menjadi urakkan bahkan iapun sampai menyentuh minuman keras. Akhirnya terjawablah sudah petanyaan Bella selama ini, kenapa Renno bisa berubah drastis seperti itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN