Cincin yang misteri

1013 Kata

Joshua lelah setelah banyak proyek perumahan yang harus ia tangani, dari pemasaran hingga pembelian unit rumah. Ia pulang ke rumah papanya sesuai amanat agar sering bersama Mirna, tapi langkahnya berat saat hendak masuk. Dalam hati, ia menggerutu, “Aduh! Gak deh, seranjang sama Mirna, gak kepikiran sama sekali!” Begitu masuk ke ruang tamu, Mbok Turi menyambut dengan ramah, “Selamat datang, Tuan Joshua. Biar Mbok yang bawakan tas dan sepatunya.” Sambil membungkuk hormat ke Joshua yang sedang membuka sepatunya. Joshua merebahkan diri di sofa yang lembut, “Ini Mbok, tolong bawakan tas dan sepatuku.” Ia lalu bertanya, “Dimana Mirna, Mbok?” “Ada di kamarnya, mau dipanggilkan, Tuan Joshua?” “Gak usah, biar aku yang ke atas saja, Mbok. Oh iya, bikinin aku kopi ya, Mbok.” “Baik, Tuan. Mbok se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN