“Apa Bibi tahu kalau kamu sakit?” “Tidak. Ku harap kau tak memberitahunya.” “Tidak akan. Apa kamu ingin memakan rotinya juga?” “Nanti saja. Aku masih kenyang. Apa kamu ingin minum sesuatu? Biar aku ambilkan untuk kamu.” Aurora hendak berdiri namun Kevin mencoba menahannya. Tubuh mereka berdua begitu dekat, bahkan wajah mereka juga sangat dekat sekali. Aurora dan Kevin bisa merasakan hangatnya hembusan nafas mereka. Tiba-tiba jantung Kevin semakin berdetak dengan cepat, begitu juga Aurora, ia merasakan hal yang sama dengan Kevin. Mereka berdua masih saling memandang dan kedua tangan Kevin masih menyentuh lengan kecil milik Aurora. Untuk sesaat mereka masih menikmati moment ini, moment yang membuat jantung mereka tidak normal. “Maaf,” ucap Kevin lalu ia mencoba me

