Aurora mengemudikan mobilnya sendirian. Ia merasakan tangannya yang begitu dingin sekali dan Aurora sangat-sangat gugup sekali. Aurora memarkirkan mobilnya di valet parking Hotel. Ia turun lalu menuju restorannya. “Mbak, atas nama Kevin,” ucap Aurora. “Pak Kevin ya, sebentar saya cek dulu ya,” ucap staffnya. Aurora mengangguk sambil tersenyum, ia menunggu sejenak sambil melihat-lihat sekitarnya. Banyak laki-laki tampan di dalam restoran yang menatap ke arah Aurora. Aurora langsung mengalihkan pandangannya. “VIP room, mari saya antar,” ucap staffnya. “Terima kasih,” jawab Aurora lalu ia mengikuti staffnya. Aurora masuk ke dalam ruangan yang sudah di pesan Kevin. Ia melihat jika Kevin dan istrinya belum tiba. Staff yang mengantarkan Aurora memberikan buku menu. D

