Tidak peduli jika waktu sudah malam dan tidak peduli jika di rumah ada istrinya. Kevin hanya merasa khawatir dengan keadaan Aurora, biar bagaimana juga Aurora adalah calon istrinya dan Kevin tidak ingin terjadi sesuatu dengan Aurora atau dia akan mempertanggungjawabkan semua ini. Semua ini salahnya, Kevin terlalu lemah dan bodooh karena ia buta akan cintanya. Kevin menelusuri jalan panjang ini dengan kecepatan yang tinggi, ia langsung memarkirkan mobilnya lalu masuk ke apartemen Aurora dengan tergesa-gesa. Rena langsung membukakan pintu apartemennya dan Rena bisa melihat wajah Kevin yang begitu khawatir. “Di mana Rara?” “Di sofa Pak.” Kevin mempercepat langkah kakinya. Ia menatap wajah Aurora dengan sedih. “Kenapa dia bisa mabuk?” Rena mengangkat kedua bahunya a

