Pemakaman

1891 Kata

Kevin melajukan mobilnya menuju pemakaman di mana kedua orang tua Aurora disemayamkan. Mereka bertiga terjebak kemacetan akibat hujan deras tadi membuat beberapa jalanan tergenang air.   “Tumben banget macet sih?” ucap Aurora.   “Kita lewat jalur lain saja. Di sana banjir,” jawab Kevin yang sejak tadi mencuri pandang untuk melihat wajah cantik Aurora.   “Ah begitu rupanya,” ucap Aurora sambil menatap bunga lili yang ia genggam sejak tadi. Aromanya benar-benar wangi dan menyejukan dalam mobil.   Setiap kali menuju pemakaman Aurora akan sangat bahagia sekali. Ia merasa bisa berbicara dengan kedua orang tuanya secara nyata walau sebenarnya hanya memandangi batu nisan kedua orang tuanya.   Kevin melewati jalan yang Aurora tidak ketahui. Walau sering ke sana ia tidak pernah melewati j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN