“Aku pulang ya. Terima kasih atas jamuannya,” ucap Kevin sambil tersenyum. “Hmmm, sama-sama. Aku juga mengucapkan terima kasih untuk hari ini. Kamu hati-hati ya,” ucap Aurora. Kevin mengangguk. Ia bergegas meninggalkan apartemen Aurora. Kevin kembali dengan hati yang gembira. Entah apa yang ia rasakan, hanya saja saat ini ia begitu bahagia. Wajah tampannya terus mengulas senyum yang bahagia. Kevin mengendarai mobilnya menuju rumahnya. Ia tidak tahu jika di rumah sudah ada yang menunggunya. Kevin melihat ada mobil mamanya saat ia baru saja memasuki halaman rumahnya. Kevin sebenarnya malas dengan mamanya yang terus cerewet mendesak dirinya untuk menikahi Aurora. Padahal sudah berkali-kali Kevin mencoba memberikan pengertian ke mamanya tapi tetap saja mamanya tidak ingin menge

