Aku Tahu Diri

1319 Kata

“Oh... Dirana?” Anjas melirik Dirana di sebelahnya. Perempuan itu menginjak kakinya lantas menggeleng memberi isyarat bahwa Anjas sedang tidak bersama dirinya. “Ah... aduh!” Anjas mengusap-usap kepalanya karena perempuan itu menarik rambutnya sekarang. “Nggak ada, Bang! Nggak ada!” Anjas berseru lantang. Daripada dia dianiaya sama ibu hamil, mending diturutin aja ya kan. “Emang kenapa, Bang? Lo lagi berantem sama si kunyuk?” Anjas melirik Dirana lagi. “Matiin!” Dirana menggerakkan bibirnya tanpa suara. “Matiin—buruan!” Diinjaknya sekali lagi kaki Anjas. “Ya deh, ntar kalau Dirana ke sini gue telepon lo ya...” Anjas menjauhkan ponselnya lalu berseru. “Daaaah...” segera ia menekan tombol merah lalu diletakkan ponselnya di atas meja. Setelah panggilannya bersama Gibran terputus, Anjas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN