“Mas Gibran suka sama Kak Kyla?” Sepasang mata Dirana basah, pada detik berikutnya air mata Dirana berjatuhan membasahi kedua pipinya. Ia menunggu jawaban Gibran. Apa pun itu, Dirana akan mendengarnya, menerimanya dengan lapang d**a walaupun itu sangat sulit. Ia menyadari kalau pernikahannya ini bukan dilandasi oleh cinta seperti pasangan pada umumnya. Dirana hamil, dan Gibran pun mau tidak mau harus bertanggung jawab. Lalu, bagaimana perhatian yang Gibran berikan selama ini? Kalau boleh ia jujur, Dirana menikmati perhatian serta kasih sayang yang Gibran curahkan padanya. Tidak ada Gibran angkuh dan sombong seperti dulu. Gibran yang sekarang adalah suaminya. Pria baik yang begitu menyayangi istri dan calon bayinya. Dirana tertawa lirih dalam hati. Ia boleh menertawakan dirinya send

