Gibran marah. Dia cemburu. Dia kesal melihat Dirana jadi lengket terus sama Gino. Belum lagi teman-teman cowok di kampus Dirana yang seringkali ia lihat berusaha menarik perhatian Dirana. Kemarin, Gibran sengaja membawa Dirana pergi ke rumah Gino untuk sekadar berkumpul seperti biasanya. Yang tadinya cemberut sambil munggungin Gibran di mobil langsung sumringah begitu bertemu Gino. Bahkan Dirana nggak sungkan buat peluk-peluk cowok itu. Dirana bercerita panjang lebar. Cerita ini-itu sama Gino dan yang lain. Gibran yang duduk di pojokan sama Ario cuma bisa memandang nelangsa istrinya yang cuek luar biasa. Dia perhatikan gerak-gerik Dirana, cara berbicara istrinya, gerakkan tangannya yang heboh semua ia perhatikan. Kalau kata orang, nggak enak mandangin orang yang kita suka cuma dari k

