Sebulan sudah berlalu. Harusnya waktu selama itu bisa membuat Dirana bersikap biasa sebagaimana seorang istri kepada suaminya. Hubungan Dirana dan Gibran belum banyak perubahan. Kalau saja Gibran tidak sering mengajak perempuan itu bicara atau sekadar menggoda, mungkin Dirana akan tetap diam dan tidak mempedulikan Gibran. Dirana seringkali mendiamkannya, bahkan terkesan tidak peduli. Mau Gibran pulang atau tidak. Mau mengajaknya bicara atau tidak. Dirana seolah tidak peduli dengan yang dilakukan Gibran. Untung saja Gibran cukup sabar menghadapi sikap tidak peduli Dirana. Gibran menyadari kalau ini memang salahnya. Waktu satu bulan bersama belum cukup untuk Dirana agar bisa memaafkan dirinya. Gibran lebih banyak menghabiskan waktu di rumah agar bisa memperbaiki hubungannya dengan Diran

