Selamat Tidur, Sayang

1118 Kata

Dirana memandangi rumah di depannya yang tampak tak asing. Sepertinya ia pernah melihat rumah ini. Oh, bahkan dia pernah masuk ke halaman rumah tersebut. Gibran menggandeng Dirana sampai masuk ke dalam rumah. Kepala Dirana tertoleh memandangi di setiap sudut rumah ini. Ah, ia baru mengingat, ini rumah yang pernah ia tinggali bersama Gibran beberapa hari saat ia masih tinggal di rumah tantenya. Diam-diam Seka membawanya kemari untuk bertemu Gibran. Dalam hati ia bertanya, “Sebenarnya ini rumah siapa?” gumamnya dalam hati seraya melangkahkan kakinya menuju kamar paling atas. Gibran membuka pintu kamar paling ujung. Kamar ini pun tidak asing. Ia pernah tinggal di rumah ini selama tiga hari bersama Gibran tentunya. Dirana mengekor di belakang Gibran. Pria itu meletakkan dua koper bawaannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN