Gibran mengambil alih tugas Anka menjaga Dirana di rumah sakit. Pria itu seolah lupa dengan apa saja yang sudah terjadi di antara dirinya dan Dirana beberapa waktu yang lalu. Pria itu setiap hari menjaga Dirana, merawat perempuan itu dengan sabar walaupun dibalas ketus oleh Dirana. Saat pagi Gibran akan pergi mengajar ke kampus. Dan sorenya Gibran kembali dan tidur di sana menunggu Dirana di rumah sakit. Tidak ada yang berbeda dengan hubungan mereka. Sama seperti sebelumnya. Dirana masih marah dan seringkali membuang muka ketika Gibran menatapnya. Hanya, Dirana tidak pernah lagi menyuruhnya pergi apalagi tidak boleh kembali. Kalau pun Dirana menyuruhnya pergi sambil menamparnya sekalipun ia tidak akan pernah mengangkat kakinya menjauh dari Dirana. Benar kata Ario, semarah apa pun Diran

