“Di!” Dirana dan Anka kompak menengadahkan kepalanya ke atas memandangi tubuh tinggi Gibran yang menjulang di hadapan mereka. Gibran tidak sendiri. Pria itu didampingi Ario yang sengaja datang bersama Sachi untuk menjenguk Dirana di rumah sakit. Dirana berjalan mundur ke belakang punggung Anka. Kepala perempuan itu tertunduk sehingga keningnya menyentuh sebelah bahu Anka. Anka memahami Dirana yang tidak ingin bertemu dengan Gibran. Anka menyentuh lengan Dirana lalu bergumam. “Udah. Nggak apa-apa.” Lalu digandengnya tangan Dirana berjalan melewati Gibran. Gibran hanya diam sambil memandangi langkah Dirana yang pelan. Anka menggandeng istrinya berjalan melewati lorong kemudian menghilang setelah pintu lift terbuka dan kedua perempuan itu masuk ke dalam sana. Ario menepuk bahu Gibra

