Gengsi Mengalahkan Segalanya

1963 Kata

Gibran jadi kepikiran Dirana yang lagi sakit. Apa karena kejadian kemarin waktu di apartemennya? Dirana yang tidur di kamarnya tiba-tiba terbangun dan merasa ketakutan. Terlebih saat melihatnya, wajah Dirana memerah, matanya basah dan beringsut di ujung ranjang. Tangannya menarik selimutnya menutupi wajahnya dan dia remas dengan kuat. Ia sempat tertegun. Ada sesuatu di hatinya ketika melihat Dirana ketakutan seperti itu. Apalagi saat melihat dirinya, ketika ia memegang bahu cewek itu, Dirana terkejut dan menepis dengan kekuatan penuh. “Jangan deketin gue! Pergi...,” Dirana menenggelamkan wajahnya di antara kedua tangannya. Kepalanya ia gelengkan, kemudian menangis keras. Gibran meremas rambutnya kuat-kuat. Hatinya sakit melihat cewek itu ketakutan melihatnya, menolak untuk ia sentuh,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN