Rindu Berat

1449 Kata

Hari kebersamaan mereka sudah berakhir. Dirana harus pulang dan dijemput Seka. Walaupun berat, Gibran harus melepaskan Dirana kembali pulang ke rumah tantenya agar tidak menimbulkan rasa curiga. Bagaimanapun keadaan belum sepenuhnya membaik. Selly masih belum membolehkan dirinya bertemu dengan Dirana. Dirana memegangi tangan Gibran tidak ingin melepaskan pria itu. Seka merangkul bahu Dirana untuk segera masuk ke dalam mobil. Gibran pun begitu, pria itu seolah berat melepaskan Dirana untuk pulang. “Kan bisa ketemu lagi, Di,” gumam Seka berusaha membujuk perempuan itu. “Pulangnya besok aja ya, Kak?” Dirana menolehkan kepalanya menatap Seka dengan wajah basah. “Aku masih mau sama Mas Gibran,” jari-jari Dirana bergerak mengusap hidungnya yang merah. Seka menggeleng pelan, kemudian ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN